KLINIK FOTOGRAFI 2013

KLINIK FOTO 2013 PEMBICARA JULIUS BRAMANTO JUARA I FOTOGRAFER TERMUDA BERBAKAT VERSI MAJALAH ELLE, FOTOGRAFER MAJALAH HARPERS BAZAR, ELLE, AMICA, KOSMO

DAFTAR KULIAH KESEHATAN YUK....

Stikes Terbesar di DKI Jakarta menurut buku Direktori Pendidikan Kopertis Wilayah III. telah terakreditasi BAN-PT

STIKES | STIE | STMIK MH THAMRIN JAKARTA

Perguruan Tinggi MH Thamrin membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun 2013-2014. STIKES, STIE dan STMIK.

BANNER IKLAN 3

UNIVERSITAS MERCU BUANA WORLD CLASS UNIVERSITY MEMBUKA PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM S1 DAN S2, TELAH TERAKREDITASI A

BANNER IKLAN 4

Anda ingin iklan pendidikan anda tepat sasaran ? silahkan pasang iklan anda disini, hemat dan efektif dan langsung pada sasaran.

BANNER IKLAN 5

Pastikan Anda memasang iklan anda sesuai dengan target pasar anda. berminat pasang iklan disini ? hubungi 087877157911

Kamis, 30 Agustus 2012

Ospek Masa Kini

OSPEK. Satu kata ini bukan lagi kata yang asing bagi mahasiswa. Ospek yang biasa dikenal dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Mahasiswa merupakan “tradisi” tiap tahun ajaran baru di semua Perguruan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenalkan kampus kepada mahasiswa baru dalam segala aspek.
Selama ini para mahasiswa baru (maba) memiliki kekhawatiran tersendiri ketika akan berhadapan dengan ospek. Belum lagi para orangtua yang harap-harap cemas ketika anaknya mulai disibukkan dengan tugas-tugas ospek. Hal ini wajar, karena para maba mendapat cerita-cerita sisi negatif ospek dari senior mereka di kampus tersebut. Terlebih, selama ini kegiatan ospek di Indonesia penuh dengan kekerasan dan tidak mendidik, bahkan menelan korban jiwa.

Bukan dengan cara kekerasan menyambut dan mendidik generasi penerus bangsa yang akan menjadi para pemimpin Indonesia kelak. Potret kelam ospek seperti ini hanya menyisakan dendam di hati maba kepada seniornya. Ospek dengan unsur-unsur kekerasan harus segera ditinggalkan.

Ospek masih sangat relevan untuk diadakan mengingat kepentingannya, tetapi dengan cara yang lebih elegan dan berpendidikan. Salah satu bentuk ospek tersebut saya alami tahun lalu di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ospek di IPB biasa dikenal dengan Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB). Kegiatan ini jauh dari unsur kekerasan, intimidasi, dan pembunuhan karakter. Mahasiswa tingkat dua sebagai panitia MPKMB sangat care dan mengayomi mahasiswa baru, ibarat kakak dan adik. Semua tugas dan perlengkapan yang dibutuhkan tidaklah membebani. Misalnya, tugas essai tentang pertanian di daerah asal yang justru menggali wawasan maba untuk memajukan pertanian di daerahnya. Gathering yang merupakan kegiatan pra MPKMB bertujuan lebih mengakrabkan maba dengan Penanggung Jawab Kelompok (PJK) dan memperlancar penyelesaian tugas-tugas MPKMB.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dengan berbagai acara yang membuat maba semakin mencintai almamater dan tentunya pertanian Indonesia. Sejumlah narasumber hebat dengan materi-materi bermanfaat pun mengisi kegiatan itu. Contohnya, topik tentang pergerakan mahasiswa, kewirausahaan, kehidupan kampus, pertanian Indonesia, dan character building. Walaupun konsepnya seminar, hal ini tidak membuat sekira 3.000 maba bosan karena diselingi dengan hiburan dan games menarik

MPKMB IPB bisa disebut sebagai salah satu contoh ospek masa kini. Ospek yang mengutamakan pendekatan dengan cara yang elegan dan berpendidikan. Ospek yang tegas, tapi tidak keras. Ospek yang menambah rasa bangga terhadap almamater dan membuka wawasan sebagai mahasiswa. Bukankah mahasiswa kaum intelektual? Jika iya, maka buktikan dengan ospek tanpa kekerasan.

Ulfah Syarifah
Ilmu dan Teknologi Pangan
Institut Pertanian Bogor (IPB)

Rabu, 29 Agustus 2012

Jangan Cupu Jadi Maba


MULAI September ini, Ody Juansyah akan merasakan hari-hari pertamanya sebagai mahasiswa. Ody diterima di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI), Bandung, dan memilih Teater sebagai program studinya.

Ody mengaku, antusias menanti masa-masa kuliahnya, dan juga kegiatan ospek. Meminati dunia teater sejak bangku sekolah menengah, alumnus SMKN 13, Rawa Belong, Jakarta ini berharap, dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya di kampus para pegiat seni tersebut.

"Saya ingin jadi aktor handal," ujar Ody ketika berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Harapan Ody bisa jadi senada dengan harapan jutaan mahasiswa baru (maba) di seluruh Indonesia. Namun, menempuh studi di perguruan tinggi sejatinya tidak sama dengan ketika kita masih bersekolah.

Sistem pendidikan

Di kampus, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan dengan sistem satuan kredit semester (SKS). Sistem ini mengharuskan mahasiswa memilih mata kuliah dan merencanakan sendiri studi yang akan dijalaninya selama satu semester ke depan.

Tidak hanya itu, menjadi mahasiswa juga berarti seseorang harus mampu belajar secara mandiri. Perkuliahan akan menuntut mahasiswa melakukan berbagai riset, baik kecil maupun besar, untuk mendalami suatu masalah. Para dosen tidak akan selalu "menyuapi" mahasiswa dengan materi kuliah, melainkan mendidik mahasiswa untuk aktif memenuhi kebutuhan pengetahuannya sendiri.

Sistem penilaian

Rapor ketika kuliah adalah nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang keluar usai ujian akhir semester (UAS). Nilai IPK ini menunjukkan kemampuan akademik seseorang dalam mengikuti perkuliahan. IPK juga merupakan "bekal" dalam menyusun KRS. Semakin tinggi IPK, SKS yang bisa diambil juga semakin banyak. Dengan begitu, masa studi pun akan semakin singkat.

Tugas

Di sekolah, kita terbiasa mengerjakan tugas dari buku teks. Pola ini sedikit berbeda, terutama pada materi soal yang diberikan oleh dosen. Di kampus, tugas-tugas kuliah akan memaksa kita melakukan riset dan menulis makalah. Jika serius mengerjakan berbagai tugas ini, maka kita akan memiliki kemampuan analitis dan menulis yang baik ketika lulus.

Magang

Sebagian besar program studi mengharuskan mahasiswanya menjalani program magang di perusahaan-perusahaan. Cara ini dimaksudkan agar para mahasiswa memiliki kesempatan "mengintip" dunia kerja yang akan mereka jalani setelah lulus, mengaplikasikan ilmu yang didapat di kampus, dan mulai membuka jaringan.

Busana

Asyiknya menjadi mahasiswa adalah kita enggak akan "terkurung" dalam urusan busana. Umumnya, kampus membebaskan mahasiswa mengenakan busana apa pun selama penampilan masih rapi dan sopan. Meski begitu, sekolah-sekolah kedinasan dan profesi biasanya menerapkan aturan berseragam bagi para mahasiswanya.

Rantau

Memilih kampus di luar daerah asal berarti memasang predikat mahasiswa rantau pada diri sendiri. Ketika menjadi mahasiswa rantau, kita tidak hanya harus beradaptasi pada dunia kampus dan perkuliahan, tetapi juga menyesuaikan diri dengan keharusan menjadi mandiri.

Kita akan tinggal bersama banyak teman baru di rumah kos atau asrama. Di sini, kita juga akan belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya; berbagi, bertenggang rasa, mandiri, dan bertanggung jawab.

Hari-hari kuliah sebagai anak rantau juga pasti akan diisi dengan momen homesick. Momen ini juga menempa kepribadian kita untuk tidak cengeng dan kuat menghadapi tekanan.(rfa)

Biar Enggak Saltum ke Kampus



Rifa Nadia Nurfuadah
SALAH satu keasyikan kuliah adalah kita tidak perlu lagi mengenakan seragam seperti saat sekolah dulu. Ketika kuliah, kita bebas mengekspresikan diri melalui gaya berpakaian.

Tetapi jangan salah, bebas berpakaian di kampus bukan berarti kita tidak peduli pada aturan. Setiap kampus umumnya membolehkan mahasiswanya berpakaian bebas tetapi tetap rapi.

Nah, minggu pertama perkuliahan akan segera dimulai. Sebelum menentukan baju apa yang akan kita kenakan di hari pertama kuliah, ada baiknya perhatikan dahulu hal-hal berikut ini.

Kasual dan praktis

Menjadi mahasiswa berarti menjalani dunia penuh dinamika. Pilihan berbusana pun sebaiknya mengikuti kebutuhan kita sehari-hari, salah satunya dengan mempertimbangkan aktivitas yang akan kita jalani.

Jika jadwal kuliah kita padat, dan masih diselingi dengan aktivitas lainnya, pilihlah busana yang praktis. Gaya busana kasual seperti kaos, kemeja lengan pendek, yang dipadu celana jins dan sepatu kets adalah pilihan umum mahasiswa. Biasanya gaya ini juga tidak dipermasalahkan pihak kampus.

Rapi dan sopan

Memakai pakaian yang kasual dan praktis bukan berarti kita bebas mengenakan baju apa saja. Pastikan penampilan kita tetap sopan dan rapi. Kenakan kaos atau kemeja yang telah diseterika, kancingkan semua kancing kemeja, dan tunjang penampilan dengan menyisir rambut.

Dandan secukupnya

Tidak salah jika sebagai mahasiswi kita tetap ingin tampil cantik dan modis di kampus. Memadukan tren busana terkini dengan polesan make up pun sah-sah saja. Tetapi perlu diingat, kita tidak perlu memasang make up lengkap seperti hendak menghadiri pesta. Pulasan bedak, blush on, dan lipstik atau lipgloss tipis-tipis saja akan membuat wajah kita terlihat fresh.

Sentuhan unik

Beri sentuhan unik dan personal pada gaya berbusana ke kampus. Kita bisa mempercantik penampilan dengan permainan aksesoris, warna, motif, dan model baju.

Kita juga bisa menegaskan kepribadian lewat gaya berpakaian. Misalnya dengan konsisten mengenakan busana sesuai warna favorit, tampil gothic dengan nuansa serba hitam, atau rapi jali ala eksekutif muda.

Nyaman

Faktor kenyamanan adalah hal terpenting yang harus kita pertimbangkan ketika memilih gaya berpakaian ke kampus. Jangan karena mengikuti tren skinny jeans kita malah merasa sesak usai makan siang di kampus dan kesulitan ketika harus ke kamar mandi. Kenyamanan ini juga berarti kita tidak perlu repot menarik-narik baju atasan ketika duduk atau membungkuk karena khawatir pakaian dalam mengintip.

Jilbab

Prinsip-prinisip di atas juga berlaku bagi para mahasiswi berjilbab. Pilihlah busana yang menutup aurat, tetapi tetap praktis dan stylish. Kita bisa juga mengenakan berbagai model jilbab atau yang lebih dikenal sebagai hijab style. Tentu saja, sesuaikan juga penampilan dan pilihan hijab kita dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari.(rfa)

Selasa, 28 Agustus 2012

Survive Jadi Maba dan Sukses di Kampus



JAKARTA - Usai ospek, hari pertama di kampus biasanya diwarnai kebingungan para mahasiswa baru (maba) dalam mencari ruang kelas, memahami satuan acara perkuliahan (SAP), hingga beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan baru. Bagi Rifai Eka, kebingungan ini bisa diatasi jika seorang mahasiswa mengenal kampusnya.

Mahasiswa baru jurusan Marketing Management di Bina Nusantara (Binus) University ini berkata, untuk mengenal kampus, para maba bisa mengikuti ospek yang digelar pihak kampus. "Banyak manfaat dari ospek. Kita akan dibekali dengan wawasan wiyata mandala tentang kampus dan sistem perkuliahan," ujar Rifai kepada Okezone, belum lama ini.

Orientasi memang menjadi bekal maba dalam menghadapi dunia kampus. Selain orientasi, ada beberapa kiat yang bisa kita terapkan untuk survive sebagai maba.

Catat jadwal

Meski kemampuan mengingat kita sangat baik, jangan malas mencatat jadwal kuliah di selembar kertas dan menempelkannya di meja belajar. Selain jadwal kuliah, catat juga silabus tiap mata kuliah lengkap dengan tugas mingguan dan tenggat waktunya. Di kampus, para dosen tidak akan selalu mengingatkan tugas apa minggu ini. Mereka akan mengharapkan kita selalu siap dalam mengerjakan tugas dan mengumpulkan tepat waktu.

Kuliah dengan rajin

Memang terdengar klise. Tapi godaan tidur hingga siang dan melewatkan kuliah pagi akan sering datang. Karena itu, tanamkan niat yang kuat untuk rajin kuliah dan tidak membolos. Terlebih jika kita merupakan mahasiswa yang jauh-jauh datang dari kampung halaman untuk mencari ilmu.

Usahakan mendapat nilai baik di semester pertama kuliah. Sebab, nilai perdana sebagai mahasiswa ini akan menjadi fondasi bagi penentuan IPK kita di semester-semester berikutnya.

Tentukan tempat dan waktu belajar

Ada mahasiswa yang sangat nyaman belajar di kamar kos. Ada juga yang lebih memilih perpustakaan untuk belajar dan mengerjakan tugas. Sebagian mahasiwa mungkin bisa belajar kapan saja, sebagian lainnya mungkin hanya bisa belajar di waktu-waktu tertentu. Temukan tempat dan waktu yang paling pas untuk kita belajar karena hal ini akan sangat berpengaruh pada kemajuan studi kita.

Membina hubungan baik dengan dosen

Jangan hanya mengetahui nama dosen, tetapi berkenalanlah lebih lanjut dengan dosen di kampus. Membina hubungan baik dengan dosen bukan berarti menjadi penjilat. Kita bisa menjaga hubungan tersebut dalam tataran personal-profesional. Berhubungan baik dengan dosen akan memberi nilai lebih dalam kehadiran kita di kelas. Dalam banyak kasus, para mahasiswa yang mengenal baik dosen mereka memiliki kesempatan mengembangkan diri lebih besar, misalnya dengan terlibat dalam proyek penelitian sang dosen.

Berteman dengan banyak orang

Ketika masuk kuliah kita tidak selamanya memiliki teman yang sama sejak SMA. Memasuki dunia baru berarti memiliki kesempatan bertemu dengan orang-orang baru. Berkenalan dan bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya orang baru. Begitu juga di kos atau asrama.

Para teman inilah yang akan mendampingi kita selama kuliah di kelas, mengerjakan tugas kelompok, hingga menyelesaikan skripsi dan diwisuda bareng. Keberadaan para teman juga akan sangat kita butuhkan dalam kesempatan-kesempatan bersosialisasi.

Menjelajahi Lingkungan Sekitar

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Peribahasa ini sangat berlaku bagi kita yang menempati daerah baru ketika kuliah. Sebagai anak kos, kita sebaiknya mengenal tidak hanya keluarga ibu dan bapak kos, tetapi juga tetangga sekitar. Sesekali, bertandanglah ke rumah tetangga kos dan jalinlah silaturahmi dengan mereka. Kita bisa juga mengeksplorasi daerah baru ini untuk lebih mengenal lingkungan sekitar.(rfa)

Minggu, 26 Agustus 2012

Akademi Komunitas Bukan Akademi



Penulis : Indra Akuntono | Senin, 27 Agustus 2012 | 10:27 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat pendidikan, Mohammad Abduhzen mengatakan, istilah akademi dalam Akademi Komunitas (AK) yang akan didirikan oleh pemerintah tidak sesuai dengan sifat vokasional yang justru akan diterapkan dalam AK. Menurut Abduhzen, Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) sangat jelas membedakan penyelenggaraan pendidikan akademik dengan pendidikan vokasional.

"Istilah akademik itu tidak pas dengan D1 atau D2 (dalam AK) yang memiliki ruh vokasional," kata Abduhzen kepada Kompas.com, Senin (27/8/2012), di Jakarta.

Perbedaan itu, lanjutnya, tercantum dalam Pasal 59 ayat 1. Abduhzen mengatakan bahwa jika dilihat dari terminologi dan tujuan utamanya, program pendidikan yang akan diselenggarakan di AK lebih cocok disebut kursus atau pelatihan.

"Bisa dibilang contradictio in terminis karena UU Dikti membedakan itu. Pendidikan akademik lebih bersifat scientific, bukan vokasional," ujarnya.

Pendidikan vokasional yang rencananya akan digelar melalui AK, seperti disebutkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, yaitu memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia yang siap terjun ke dunia industri sehingga akan berdaya jual lebih.

"Jika tujuannya untuk menampung lulusan yang tak dapat melanjutkan ke S1, sebaiknya diintegrasikan saja ke Politeknik yang setara D3," tandasnya.

Mengejutkan

Abduhzen sendiri menilai rencana pendirian AK dalam dunia pendidikan Indonesia mengejutkan karena tidak pernah dikemukakan sebelumnya. Bahkan, lanjutnya, isu AK tak pernah terdengar dalam pembahasan Rancangan UU Dikti (RUU Dikti).

"Selama pembahasan RUU PT, AK seperti lewat dari sorotan sehingga mengejutkan keberadaannya," tuturnya.

Pemerintah sudah akan memulai pendirian satu AK negeri percontohan di Pacitan, Jawa Timur, 9 September mendatang. Rencananya, akan ada 20 AK di tahap awal hingga kemudian pihak swasta diperbolehkan untuk mendirikannya.

Mendikbud juga menyebutkan bahwa pemerintah akan menjamin pembiayaan di AK. Menurutnya, biaya pendidikan di AK akan lebih terjangkau daripada biaya pendidikan di politeknik.
Editor :
Caroline Damanik

Alasan Polisi Menahan 2 Mahasiswa YAI karena Berbuat Tak Menyenangkan


Rivki - detikNews
Jakarta 2 Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas YAI, Salemba, Jakarta Pusat, Beta Alexander dan Chandra Prasetyo, hampir sebulan mendekam di sel Polres Jakarta Pusat (Jakpus). Dia ditahan karena aduan pihak kampus yang menuduh keduanya melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan pengrusakan barang.

Mengapa aduan seperti ini membuat kedua mahasiswa tersebut harus meringkuk di sel penjara? "Ini berdasarkan hasil pemeriksaan kami," kata Kasat Reskrim Polres Jakpus AKBP Rahmat saat dihubungi wartawan, Senin (27/8/2012).

Dalam pemeriksaan tersebut, polisi yakin kedua mahasiswa tersebut memenuhi unsur perbuatan tidak menyenangkan, pengancaman dan pengrusakan. Kerusakan yang dimaksud yaitu kaca pos satpam yang dipecahkan keduanya pada 26 Juli 2012 lalu.

"Penahanan ini dikuatkan dengan alat bukti yang ada. Mereka ditahan dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan, pengancaman dan pengrusakan barang," ujar AKBP Rahmat.

Kasus ini terjadi pada 26 Juli 2012 lalu saat Beta dan Chandra mempertanyakan kebijakan kampus soal skorsing terhadap 3 temannya. Merasa tidak mendapat jawaban memuaskan, mereka emosi dan memecahkan kaca pos satpam. Lalu pihak kampus melaporkan kasus ini ke kepolisian.

"Tanyakan saja ke kepolisian," kata Ketua Otorita Kampus YAI, Nyoman Surma, saat dikonfirmasi detikcom tentang kejadian itu.

Adapun kedua orang tua mahasiswa tersebut sangat terpukul. Ayah Beta, Jemmy Anderson, tidak pernah menguliahkan anaknya supaya masuk penjara tetapi supaya menjadi sarjana. Adapun ibunda Chandra, Murdi, telah meminta maaf secara tertulis berkali-kali tetapi tidak kunjung dimaafkan pihak kampus.

"Jangankan mereka mengajak berbicara baik-baik, kami sendiri yang telah meminta semua apa yang mereka mau untuk membuat pernyataan ini-itu, tapi tetap saja anak saya ditahan," kata Murdi.

(asp/nrl) 

Sabtu, 18 Agustus 2012

BLOG KULIAH KESEHATAN TAMPIL DENGAN WAJAH BARU

Ini dia wajah baru blog stikesjakarta.blogspot.com sebagai blog referensi kuliah kesehatan, bertepatan dengan suasana dan nuansa Idul Fitri, dimana memiliki arti suci seperti terlahir kembali, ya! blog Kuliah Kesehatan ingin tampil baru, demi mempertahankan eksistensi dan kebutuhan masyarakat khususnya para pencari informasi dunia maya dengan hadirnya wajah baru ini diharapkan bisa memberikan nilai lebih baik kepada para pemburu informasi maupun kepada kami sebagai pengelola blog.

TERSEDIA BANNER IKLAN
yang terlihat berbeda tampilan baru blog kesehatan adalah dihampir seluruh halaman terutama halaman utama yang menyediakan banner slider, dimana baner-banner ini akan menjadi media promosi atau iklan bagi siapa saja yang menginginkan supaya produk atau jasanya ditayangkan di blog ini.
sementara ini kami menyediakan banner slider yang bisa menampilkan gambar. logo atau grafik dari perusahaan Bapak atau Ibu sekalian. dan untuh di bagian bawah ada banner footer atau banner bawah dimana ini juga bisa digunakan sebagai media informasi dan promosi.

UKURAN DAN BIAYA IKLAN
untuk banner slider ukuran 930px x 300px dengan harga Rp. 100.000,-/bulan per masing-masing slider.
untuk banner bawah ukuran 200px x 200px dengan harba Rp. 50.000,-/bulan per masing-masing banner

CARA PEMESANAN
cara pemesanan pemasangan iklan sangat mudah
1. SMS/Telp ke 0878-77157-911 atau bisa via BBM 28414E5E
2. Selanjutnya Transfer biaya iklan ke norek yang akan diberikan pada jawaban sms atau telp.
3. Pasang Iklan anda! desain bisa anda sendiri yang buat atau dibuatkan oleh kami.

selain banner iklan yang kami tawarkan di web ini kami juga menawarkan konsultan untuk strategi e-marketing perusahaan atau usaha anda.

lihat blog usaha kami yang lainnya disini

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433H


Kami segenap Administrator Blog www.stikesjakarta.blogspot.com mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1433H.
Semoga di Hari kemenangan ini kita semua kembali dilahirkan suci. sehingga ditahun mendatang kita bisa menajalaninya dengan lebih baik. sekali lagi kamu ucapkan ;
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir Batin.

Senin, 13 Agustus 2012

KELAS KHUSUS KEBIDANAN DIII


Kabar gembira untuk siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan ke DIII Kebidanan dari D1 Kebidanan, Akper, dan S1 Kesehatan bisa mendaftar ke Perguruan Tinggi MH Thamrin Jakarta Timur. Program Klas Khusus ini harus dilaksanakan pada tahun ajaran 2012-2013.

TUJUAN PENDIDIKAN
Kelas Khusus Diploma III Kebidanan merupakan bagian dari jenjang pendidikan tinggi tenaga kesehatan untuk mempersiapkan lulusan menjadi bidan profesional.

mampu memberikan asuhan kebidanan secara konperhensif mulai dari bayi baru lahir, balita, remaja, hamil, bersalin, nifas-KB dan ganggunag kesehatan reproduksi dan mampu menerapkan konsep dan prinsip serta keilmuan dan keterampilan yang mendasari profesionalisme bidan dalam memberikan asuhan kebidanan sesuai dengan kewenangan.

VISI DAN MISI
Program Pendidikan Bidan Kelas Khusus Perguruan Tinggi MH Thamrin menjadi pendidikan yang unggulan dan mandiri serta memiliki lulusan yang lebih kompeten dalam memberikan asuhan secara konperhensif

MISI
1. Menghasilkan lulusan bidan yang beriman, berilmu dan berahlak
2. menghasilkan lulusan yang mampu memberikan asuhannya sesuai dengan wewenang, standar pelayanan serta memperhatikan kode etik profesi.
3. dapat menerapkan ilmu kebidanan di masyarakat dengan tidak membeda-bedakan derajat, golongan dan agama


SASARAN LULUSAN
Lulusan Bidan D-1
Lulusan Akper
Lulusan SPK+S1 Kesehatan

masing-masing dari instansi pemerintah/swasta baik yang masih aktif maupun yang sudah purnabakti

SISTEM PENDIDIKAN
Total Teori : 38 SKS = 47,5%
Total Praktikum dan Klinik : 42 SKS = 52,5%
Total SKS : 80 SKS

FASILITAS
Gedung milik sendiri
Lokasi Strategis dilalui jalur busway dan dekat dengan exit Pintu Tol Taman Mini
Ruang Kuliah Nyaman dilengkapi LCD Proyektor
Perpustakaan dilengkapi dengan e-jurnal nasional dan internasional
Para Dosen terdiri dari ahli dan profesional

PROSES SELEKSI
a. Seleksi Administrasi
b. Seleksi Akademik
c. Tes Kesehatan dan Psikotest

INFORMASI PENDAFTARAN
PERGURUAN TINGGI MH THAMRIN JAKARTA TIMUR

JL RAYA PONDOK GEDE NO 23-25 KEL DUKUH, KEC KRAMAT JATI
JAKARTA TIMUR 13550

TELP. 021-8096411 EXT 1208
EMAIL : info@thamrin.ac.id, ccthamrin@gmail.com
TWITTER : @thamrin_univ
FACEBOOK : Universitas MH Thamrin
WEBSITE : www.thamrin.ac.id
YM : ccthamrin@yahoo.com

PENDAFTARAN ONLINE : www.thamrin.ac.id/register/

download brosur disini



Minggu, 12 Agustus 2012

Ijazah Mahasiswa UI Terancam Terbengkalai

DEPOK, KOMPAS.com — Jelang berakhirnya masa jabatan Rektor Universitas Indonesia (UI) pada Selasa (14/8/2012) mendatang tidak lantas menyelesaikan kisruh yang terjadi di lingkungan kampus UI tersebut. Bahkan, Badan Eksekutif Mahasiswa se-UI telah mendeklarasikan tuntutan pemberhentian Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri yang digelar dua hari lebih awal dari masa berakhir jabatannya.

Di hari yang sama, sembilan dekan UI juga menyatakan sikap tidak percaya terhadap keputusan Rektor yang telah memberhentikan delapan dekan fakultas UI, serta seorang kepala program pascasarjana tanpa alasan jelas. Pernyataan tersebut kemudian dituangkan dalam surat mosi yang dilayangkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jumat (3/8/2012).

Akumulasi kisruh tersebut juga berdampak pada mahasiswa. Selain menyebabkan instabilitas kampus, hasilnya, 9.000 ijazah mahasiswa UI terancam bakal terbengkalai.

"Kasihan memang mahasiswa yang akan diwisuda nanti jadi terlibat persoalan penandatanganan ijazah. Tahun ini akan ada 9.000 wisudawan, dikhawatirkan ijazah mereka hanya akan ditandatangani oleh dua PJS," terang Dekan Fakultas Teknik Bambang Sugiarto saat menggelar konferensi pers Pernyataan Sikap 9 Dosen, di Auditorium FT UI, Jumat (3/8/2012).

Soal ijazah, menurut Dekan Fakultas Kedokteran Ratna Sitompul, justru tidak akan menjadi masalah. Sebab, masih ada waktu penandatanganan ijazah sampai dengan 7 September nanti.

"Wisuda kan tanggal 7 September, mulai akhir jabatan Rektor 14 Agustus nanti sampai tanggal tujuh kan masih bisa. Lagian mahasiswa juga tidak mau ijazahnya ditandatangani orang yang salah," ujar Ratna.

Sementara itu, mahasiswa UI mengakui bahwa Rektor Gumilar pada masa jabatannya banyak menggelar pembangunan megah di UI yang hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

"Memang banyak, tetapi tidak kunjung usai dan tidak memberikan manfaat besar bagi mahasiswa," ujar Ketua BEM UI Faldo Maldini.

Atas akumulasi kisruh tersebut, mahasiswa mendesak Kemendikbud memberhentikan Rektor UI dua hari lebih cepat, yakni 12 Agustus nanti.

"Kepemimpinan Rektor UI tidak bisa dipercaya lagi, keputusan yang dibuatnya selalu sepihak dan tidak ada sosialiasi yang jelas. SK yang turun kadang keluar belakangan. Menurut saya, itu bermasalah. Ini membuat kami terpukul, mengganggu, dan kami menolak kesewenang-wenangan kerja rektor," jelasnya lagi.

Faldo mengancam, kalau Gumilar tidak segera turun pada batas tersebut, BEM UI dan mahasiswa akan menggelar demo besar-besaran.

"Kita bakal duduki rektorat siang dan malam, tarawih, sahur di sana juga," ancamnya.

Faldo mengungkapkan, batas jabatan Rektor yang harus berakhir pada 12 Agustus nanti adalah keinginan mahasiswa karena khawatir Rektor Gumilar akan melewati batas tersebut.

"Dekan dan MWA sudah meminta Pak Menteri untuk mengganti segera Rektor UI per tanggal 1 Agustus, buktinya mundur tanggal 14 Agustus. Asumsi mahasiswa kita harus menuntut tanggal 12 Rektor (Gumilar) sudah berhenti," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rektor UI Gumilar memberhentikan delapan dekan dan satu orang kepala program pascasarjana. Masa jabatan para dekan itu memang telah habis, tetapi diperpanjang pada 22 Desember 2011. Saat itu ada perjanjian antara Rektor, Majelis Wali Amanat (MWA), serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk menyelenggarakan pemilihan dekan setelah pemilihan rektor. Akan tetapi, nyatanya Rektor langsung memberikan surat pemberhentian bertahap. Mulai dari Dekan FKG, FMIPA, dan FT UI, yang kemudian disusul Dekan FIB, FKM, F Keperawatan, kemudian FK, dan FISIP.
Editor :
Ana Shofiana Syatiri

Kamis, 09 Agustus 2012

YAYASAN PENDIDIKAN MH THAMRIN BERIKAN BEASISWA PENUH UNTUK WARGA SEKITAR KAMPUS



Jakarta 09/08/2012
Tahun ajaran 2011-2012 merupakan tahun yang penuh berkah baik untuk warga Kel. Dukuh maupun Yayasan Pendidikan MH Thamrin Jakarta Timur, karena di tahun 2012 ini yayasan pendidikan MH Thamrin Jakarta Timur memberikan beasiswa penuh selama kuliah kepada 5 orang calon mahasiswa Manajemen Pelayanan Rumah Sakit D3 dan 1 orang calon mahasiswa Kesehatan Masyarakat S1.

Tia Sugiarti adalah salah satu penerima beasiswa penuh program studi Manajemen Pelayanan Rumah Sakit (MPRS) D3 dari warga sekitar kamu tepatnya warga Kampung Dukuh, Kec, Kramat Jati dia adalah anak dari Ibu Badriah yang berprofesi sebagai pekerja serabutan, Tia telah ditinggalkan ayahnya almarhum Bapak Sugiarto semenjak tahun 2010 lalu. Meskipun dalam kondisi kehidupan yang sulit Ibu Badriah tetap berusaha sekuat tenaga menyekolahkan anaknya di SMA Trisoko Jakarta Timur dan tidak sia-sia perjuangannya Tia mampu membuktikan prestasi terbaiknya dengan meraih peringkat pertama di sekolahnya. Namun karena ketidakmampuan orang tua dalam memberikan biaya kuliah akhirnya orang tua Tia memutuskan untuk anaknya mencari pekerjaan saja. Beruntung berkat program beasiswa Penuh yang diberikan Yayasan Pendidikan MH Thamrin akhirnya Tia bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan tanpa harus mengeluarkan biaya apapun selama kuliah di STIKES MH Thamrin Jakarta Timur.

selain Tia, Siti Asiya penerima beasiswa Penuh program Studi Kesehatan Masyarakat S1 anak dari Bapak Mostar yang berprofesi sebagai pedagang sate madura, mengucapkan banyak terima kasih atas pemberian beasiswa penuh untuk anaknya, hal tersebut sangat membanggakan dan sangat mengharukan, “kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan MH Thamrin, karena berkat beasiswa ini anak saya bisa melanjutkan kuliah, kami benar-benar sangat bersyukur pada Alloh atas nikmat yang kami terima ini, kami berharap semoga Yayasan Pendidikan diberikan keberkahan, kebaikan dan terus semakin maju dan mencerdaskan masyarakat Indonesia”

penyerahan beasiswa penuh ini diberikan langsung oleh KetuaYayasan Pendidikan MH Thamrin Jakarta Timur Bapak Dr Abdul Radjak DSOG disela-sela acara buka bersama yang dilangsungkan di Kampus D Perguruan Tinggi MH Thamrin. Turut menyaksikan kedua orang tua dari penerima beasiswa dan Ketua Badan Pelaksana Harian Drg Abdul Firman Radjak, disela-sela kesempatannya ia memberikan keterangan, bahwa program beasiswa penuh ini diharapkan nantinya akan bisa membantu mahasiswa itu sendiri dalam kesempatannya mendapatkan ilmu dan jenjang pendidikan yang lebih baik, dan diharapkan mampu membawa nama baik yayasan Pendidikan MH Thamrin tentunya melalui prestasi-prestasi dikemudian hari, dengan adanya program beasisiwa ini juga membuktikan bahwa Yayasan Pendidikan MH Thamrin STIKES, STIE dan STMIK memiliki peduli terhadap warga masyarakat sekitar kampus, dan diharapkan kedepannya bisa lebih meluas lagi.

Perguruan Tinggi MH Thamrin saat ini memiliki 3 buah sekolah tinggi, STIKES, STIE dan STMIK MH Thamrin, program Studi Manajemen Pelayanan Rumah Sakit (MPRS) D3 dan Program studi Kesehatan Masyarakat (KESMAS) S1 , adalah program studi yang berada dibawah STIKES. STIKES MH Thamrin saat ini merupakan STIKES dengan Populasi mahasiswa terbesar di DKI Jakarta menurut buku Direktori Perguruan Tinggi Swasta Kopertis Wilayah III Jakarta 2011. Info lengkap www.thamrin.ac.id atau bisa langsung telepon 021-8096411 ext 1208 dengan bagian pemasan.
(yons)  

Minggu, 05 Agustus 2012

MENGENAL PROGRAM STUDI GIZI

PENGANTAR
Program Studi Gizi diadakan tentunya untuk menghasilkan tenaga Ahli Gizi yang memiliki kualifikasi untuk melakukan profesi Gizi. Sampai saat ini masyarakat maupun dunia bisnis terutama yang berhubungan dengan pangan dan kesehatan sudah merasa perlu untuk menempatkan Ahli Gizi di instansinya.

APA ITU PROGRAM STUDI GIZI ?
Ya, untuk menjadi seorang Ahli Gizi perlu untuk belajar di Program Studi Gizi. Tersedia Program Studi Gizi level D III, S-1 dan S-2. Apa yang harus dipertimbangkan untuk memilih level tersebut? Tentunya tergantung kebutuhan.
Yang jelas Kurikulum Program Studi DIII menerapkan lebih banyak praktek daripada teori (praktek : teori = 60 : 40). Hal itu menyebabkan lulusan Prodi DIII Gizi lebih terampil dalam hal praktek. Ini mendukung lulusan cepat untuk mendapatkan pekerjaan Lulusannya disebut Ahli Madya Gizi . Untuk meningkatkan karir? Ahli Madya Gizi bisa melanjutkan kuliahnya ke S1 Gizi , S1 Kesehatan Masyarakat , S1 Teknologi Pangan atau jurusan lain tergantung kebutuhan bidang yang dibutuhkan. Tidak berhenti sampai disitu , dapat dilanjutkan lagi ke S-2 Gizi, S-2 Kesehatan Masyarakat , S-2 Ilmu Pangan , S-2 Teknologi Pangan atau S-2 jurusan lain.
Program Studi S1 Gizi lebih banyak menerapkan teori, lebih bersifat akademik.

BAGAIMANA CARA MENENTUKKAN TEMPAT KULIAH YANG BAIK ?
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk menentukkan tempat kuliah yang baik .
1.      Program Studi tersebut telah terdaftar di Kopertis untuk Perguruan Tinggi. Swasta ( dapat di lihat di alamat “evaluasi.dikti.go.id)
2.      Sampai dengan saat ini Program Studi tersebut memiliki ijin penyelenggaraan Program Studi
3.      Akan lebih baik lagi kalau Program Studi tersebut telah terakreditasi oleh BAN PT
4.      Biaya terjangkau, baik dalam besaran maupun cara pembayaran
5.      Lokasi yang mudah dijangkau
6.      Fasilitas yang dimiliki
7.      Pengalaman institusi dalam mengelola pendidikan yang terkait
8.      Dll
Diantara persyaratan tersebut diatas , ada satu hal yang harus dicermati yaitu“AKREDITASI” . PENTINGKAH ITU ? Ya,

‘Oleh karena itu saran saya  carilah Perguruan Tinggi yang telah terakreditasi BAN PT sehingga nantinya pada saat anda lulus tidak harus dipusingkan dengan verifikasi pihak perusahaan dan pertanyaan – pertanyaan tentang status Akreditasi kampus tempat kita belajar, bahwa untuk diketahui saja di beberapa instansi status Akreditasi adalah menjadi salah satu syarat bahwa seorang karyawan itu diterima atau tidak, biasanya memang untuk orang-orang Ahli Kesehatan hal tersebut sangat wajar karena dia akan berhubungan dengan kesehatan dan nyawa manusia lainnya.

 Di Jakarta ada salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) yang menyelenggarakan Program Studi DIII Gizi, STIKes tersebut adalah STIKes MH. Thamrin yang berlokasi dijalan raya pondok gede kramat jati Jakarta Timur . STIKes nya berdiri Tahun 2005, tapi Prodi DIII Gizi nya telah berdiri sejak Tahun 1989. Sebelum Tahun 2005 dikenal dengan Akademi Gizi MH. Thamrin. Saat itu dibawah binaan Departemen Kesehatan, telah terakreditasi dua kali oleh Departemen Kesehatan dengan nilai “B”.  Sejak Tahun 2005 Akademi Gizi MH. Thamrin bergabung dengan Akademi-Akademi Kesehatan di lingkungan MH. Thamrin menjadi STIKes MH. Thamrin. Lokasinya sangat strategis , mudah dijangkau dan dilalui oleh Angkutan umum dari atau ke Kampung Rambutan.  

Dilihat dari sejarah prodi DIII Gizi yang sangat tua, maklum saja kalau Prodi D III Gizi MH. Thamrin telah memenuhi persyaratan tempat kuliah yang baik seperti disebutkan diatas danProdi D III Gizi MH. Thamrin telah meluluskan 21 angkatan dengan kurang lebih telah meluluskan 1250 orang Ahli Madya Gizi. Alumni tersebut kini telah menyebar keseluruh pelosok negeri Indonesia bahkan beberapa keluar negeri dan mereka telah bergabung dengan Rumah Sakit (RSCM, RS. Gatot Subroto , RS. Haji, RS. POLRI, RSUD Pasar Rebo, dll), Perusahaan industri makanan / minuman (KALBE , Anlene , Pocari Sweet,dll), Penyelenggaraan Makanan/ perusahaan bidang jasa boga tipe B (PT. Gobel Dharma Sarana karya atau D’ESTRO Catering , PT. Pangan Sari ,PT Indocater,dll) Puskesmas, industri food suplement, LSM (Hellen Keller Indonesia dll), bahkan ada yang telah mampu berwiraswasta.

APA SIH YANG DIPELAJARI DI PROGRAM STUDI GIZI ?
Sesuai dengan lapangan kerja yang akan dituju, maka Program Studi D III Gizi MH. Thamrin mengajarkan ilmu yang intinya adalah sebagai berikut :
1.      Di tingkat I mahasiswa diperkenalkan untuk mengenal ilmu gizi pangan dan kesehatan . Ilmu itu akan mengantarkan mahasiswa :
-         Mengenal bermacam – macam sumber daya pangan di Indonesia & luar negeri yang dapat dikembangkan untuk memenuhi gizi dan kesehatan
-         Memahami cara menentukan mutu bahan pangan sehingga tidak keliru dalam memilih bahan pangan
-         Memahami cara mengolah bahan pangan tersebut menjadi pangan yang bervariasi menarik, enak, bergizi dan bermutu, yang disertai dengan seni kuliner
-         Mengenal zat gizi makro (zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak) dan zat gizi mikro ( zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit ), maupun zat fungsional yang dapat meningkatkan kesehatan (fungsional food)
2.      Di Tingkat II , akan diajarkan ilmu yang mengantarkan mahasiswa :
-         Cara menghitung kebutuhan zat gizi yang  di sesuaikan dengan umur dan aktifitasnya sehingga mahasiswa akan memahami cara mengolah makanan untuk bayi dan balita agar tetap sehat, akan dapat mengajarkan kepada remaja , ibu hamil , ibu menyusui, orang tua dan olah ragawan untuk tetap sehat dan energik dengan mengolah dan mengatur pola makan
-         Mempelajari dan mengembangkan  makanan diet untuk berbagai macam penyakit.
-         Melakukan inovasi penyelenggaraan makanan banyak ( wirausaha di bidang Catering diet)
-         Cara melaksanakan penapisan gizi (Nutritional Screening) pada klien / pasien dan kelompok masyarakat
-         Cara menentukan status gizi secara antropometri , konsumsi makanan, biokimia , klinis.
3.      Di Tingkat III , mahasiswa diantarkan untuk dapat :
-         Menganalisa zat gizi pangan
-         Memahami penerapan manajemen untuk pangan melalui sistem GMP , HACCP dan ISO
-         Memberikan penyuluhan dan konseling gizi dalam kegiatan promosi kesehatan , pencegahan penyakit dan terapi gizi dengan menggunakan media dan teknologi informasi
-         Melakukan pengkajian gizi ( Nutritional Assessment ) diagnosis gizi pasien, Intervensi gizi , monitoring  dan evaluasi asupan gizi pada klien / pasien.
-         Dan yang terakhir yaitu mahasiswa diantarkan untuk siap kerja dengan cara Praktek Kerja Lapangan di Institusi – institusi yang terkait ( Rumah Sakit, Puskesmas , Institusi Penyelenggaraan Makanan / Catering, kunjungan ke industri makan, bergabung bersama jajaran pemerintah daerah (PEMDA) untuk berlatih mengidentifikasi dan mengatasi permasalan gizi daerah setempat.



NAMA MAHASISWA PRODI GIZI UNTUK BEASISWA PEMDA

NO
NAMA
NIM
SEMESTER
IPK

1.
Dina Nurrannisa
120111023
II

2.
Ratih Mefiani
120111019
II

3.
Satrio Hadi Prabowo
120111017
II

4.
Siti Nur Fatiah
120101058
IV

5.
Suwanda
120101019
IV

7.
Putri Ambar Diwanti
120101030
IV

8.
Friska Ariyani
120101045
IV

9.
Bintarta Wijaya
120101024
IV

10
Fitryani
120091023
VI







Jumat, 03 Agustus 2012

INI DIA 50 BESAR PERGURUAN TINGGI TERBAIK DI INDONESIA


KOMPAS.com — Webometrics, sebuah situs yang melakukan pemeringkatan universitas-universitas di seluruh dunia berdasarkan parameter digital, kembali mengeluarkan pemeringkatan terbaru pada Juli 2012. Setiap tahunnya, Webometrics mengeluarkan dua kali rilis pemeringkatan, yaitu pada Januari dan Juli. Kali ini, ada 361 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan Webometrics.

Pemeringkatan oleh Webometrics ini didasarkan pada sejumlah aspek, antara lain terkait konten global yang terindeks oleh Google, jumlah rich file (pdf, doc, docs, dan ppt) yang terindeks di Google Scholar, dan karya akademik yang terpublikasi di jurnal internasional.

Tujuan dari pemeringkatan ini adalah mempromosikan publikasi situs, mendukung keterbukaan akses, dan akses elektronik untuk publikasi ilmiah. Indikator situs dinilai sangat berguna untuk pemeringkatan karena tak hanya berdasarkan jumlah kunjungan, tetapi juga pada jumlah konten global dan visibilitas dari universitas yang bersangkutan.

Berikut adalah peringkat 50 besar perguruan-perguruan tinggi di Indonesia, seperti dimuat pada situs Webometrics:

1. Universitas Gadjah Mada (peringkat 379 dunia)
2. Universitas Indonesia (peringkat 507 dunia)
3. Institut Teknologi Bandung (568 dunia)
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (582 dunia)
5. Universitas Pendidikan Indonesia (630 dunia)
6. Universitas Gunadarma (740 dunia)
7. Institut Pertanian Bogor (764 dunia)
8. Universitas Brawijaya (837 dunia)
9. Universitas Sebelas Maret (883 dunia)
10. Universitas Diponegoro (948 dunia)
11. Universitas Airlangga (988 dunia)
12. Universitas Padjajaran (990 dunia)
13. Universitas Hasanuddin (1.230 dunia)
14. Universitas Sriwijaya (1.263 dunia)
15. Universitas Mercu Buana (1.277 dunia)
16. Universitas Negeri Malang (1.435 dunia)
17. Universitas Islam Indonesia (1.463 dunia)
18. Universitas Muhammadiyah Malang (1.492 dunia)
19. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (1.543 dunia)
20. Universitas Kristen Petra (1.564 dunia)
21. Universitas Komputer Indonesia/UNIKOM (1.637 dunia)
22. Universitas Ahmad Dahlan (1.652 dunia)
23. Universitas Bina Nusantara (1.666)
24. Universitas Udayana (1.668)
25. Universitas Muhammadiyah Surakarta (1.687)
26. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (1.734)
27. Universitas Andalas (1.751)
28. Universitas Lampung (1.765)
29. Universitas Sumatera Utara (1.853)
30. Universitas Negeri Yogyakarta (1.854)
31. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (2.084)
32. Universitas Esa Unggul (2.121)
33. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer AMIKOM (2.284)
34. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (2.365)
35. Universitas Negeri Semarang (2.397)
36. Universitas Surabaya (2.428)
37. Universitas Trisakti (2.443)
38. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta (2.764)
39. Universitas Narotama (2.809)
40. Universitas Pendidikan Ganesha (2.884)
41. Universitas Dian Nuswantoro (2.987)
42. Universitas Terbuka (3.000)
43. Universitas Jenderal Soedirman (3.182)
44. Institut Sains & Teknologi Akprind (3.322)
45. Institut Teknologi Telkom (3.451)
46. Universitas Negeri Papua (3.497)
47. Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel (3.665)
48. Universitas Pancasila (3.665)
49. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (3.717)
50. Universitas Negeri Padang (3.725)

Sumber: Webometrics

Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary

Iklan Anda

iklan